Rabu, 12 Januari 2011

“PENGARUH FASILITAS KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA”

“PENGARUH FASILITAS KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA”
A. Latar Belakang Masalah
Perusahaan merupakan suatu usaha besar yang dikelola ataupun dijalankan perorangan atau secara bersama-sama (beberapa orang) yang mempunyai modal besar dengan maksud untuk mencapai tujuan mengelola perusahaannya sendiri tetapi harus dibantu oleh karyawannya. Oleh karena itu, antara perusahaan dengan karyawan harus dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Faktor-faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan adalah disiplin kerja.Disipilin kerja karyawan sangat diharapkan oleh perusahaan dalam rangka merealisasikan tujuan perusahaan, baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.Disiplin kerja adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Dari pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan kerja tim didalam sebuah organisasi. Ada dua tipe kegiatan pendis iplinan yaitu :
- Disiplin preventif
- Disiplin korektif
Ada beberapa tujuan tindakan disiplin diantaranya adalah :
menciptakan bahwa perilaku-perilaku kar yawan konsisten dengan aturanaturan perusahaan, menciptakan atau memperta hankan rasa hormat dan saling percaya diantara pimpinan dan bawahan, membantu karyawan supaya menjadi lebih produktif. Adapun jenis-jenis masalah disiplin karyawan antara lain (Henry Simamora, 1996: 749) adalah :
- Ketidakhadiran dan keterlambatan
- Sikap buruk dan tidak loyal
- Kecerobohan dan kelataan
- Pembangkangan atasan
- Perkelahian
- Pelanggaran-pelanggaran peraturan perusahaan
- Kinerja yang buruk
- Perlambatan kerja

Untuk meningkatkan disiplin kerja karyawan, perlu adanya fasilitas kerja yang baik. Menurut Suad Husnan (2002: 187), “Fasilitas kerja merupakan suatu bentuk pelayanan perusahaan terhadap karyawan agar menunjang kinerja dalam memenuhi kebutuhan karyawan, sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja karyawan”. Adanya fasilitas kerja yang disediakan oleh perusahaan sangat mendukung karyawan dalam bekerja. Fasilitas kerja tersebut sebagai alat atau sarana dan prasarana untuk membantu karyawan agar lebih mudah menyelesaikan pekerjaannya dan karyawan akan bekerja lebih produktif. Menurut jurnal dengan adanya fasilitas kerja karyawan akan merasa nyaman dalam bekerja dan menimbulkan semangat kerja untuk mendapatkan hasil yang diharapkan oleh perusahaan. Variabel fasilitas kerja dapat dilihat dari adanya fasilitas pendukung seperti : fasilitas ibadah, toilet / WC dan lain-lain.
Agus Mulyono dan Indriyo Gito Sudarmo (2001: 12)
“Produktivitas bukanlah hanya satu masalah teknis maupun manajerial tetapi merupakan suatu masalah yang kompleks , merupakan masalah yang berkenaan barang-barang pemerintah, serikat buruh dan lembagalembaga sosial lainnya, yang semakin berbeda tujuannya akan semakin beda pula definisinya, produktivitasnya”. Maka definisi produktivitas diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih umum bagi negara maupun bagian ekonomi yang berbeda-beda.Dengan perbaikan produktivitas perusahaan mengembangkan pertumbuhan, persaingan domestik, dan internasional serta memberikan kontribusi yang layak, yang semuanya pada akhirnya bermuara pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan mutu kehidupan bangsa menyeluruh. Produktivitas yang rendah merupakan pencerminan dari organisasi atau perusahaan yang memboroskan sumber-sumber daya yang dimilikinya dan ini berarti bahwa pada akhirnya perusahaan tersebut kehilangan daya saing dan dengan demikian akan mengurangi skala aktivitas usahanya produktivitas yang rendah dari banyak organisasi atau perusahaan akan menurun industri dan ekonomi bangsa secara menyeluruh. Adanya keyakinan yang dapat dipertimbangkan untuk menunjang konsep produktivitas baru yang mengenai proses produksi sebagai suatu sistem yang kompleks dapat diterapkan dan berlaku di masyarakat yang merupakan bagian-bagian saling berkaitan (seperti lingkungan, tenaga kerja, modal dan organisasi) tidaklah penting dari dirinya namun dengan caranya terkoordinasi kedalam satu kesatuan yang terpadu. “Diantaranya para ahli ekonomi tidak ada kesepakatan tentang batas pemisahan antara faktor-faktor tenaga kerja dan modal, komponen-komponen yang harus dimasukkan kedalam faktor lainnya maupun metode terbaik untuk mengevaluasi masing-masing faktor terhada p pertumbuhan produktivitas.”
Agus Mulyono dan Indriyo Gitosudarmo (2001: 22).Agus Mulyono dan Indriyo Gito Mulyono, (2001: 54) “Bahwa pada tingkat perusahaan pengukuran produktivitas digunakan sebagai sarana manajemen untuk menganalisa dan mendorong efisiensi produksi.” Pertama dengan pemberitaan awal instansi dan pelaksanaan suatu sistem pengukuran akan meninggikan kesadaran pegawai dan minatnya pada tingkat dan rangkaian produktivitas. Diskusi-diskusi pada umumnya para karyawan menghendaki tempat-tempat kerja yang menyenangkan, aman, dan cukup terang, udara yang selalu segar dan jam kerja yang tidak terlalu lama. Memberikan tempat kerja yang menyenangkan berarti pula menimbulkan perasaan betah bekerja pada karyawan sehingga dengan cara demikian dapat dikurangi dan dihindarkan dari pemborosan waktu dan biaya. Merosotnya kesehatan atas banyaknya kecelakaan kerja. Dengan demikian bila suatu perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan dalam artian ada hubungan yang baik antara karyawan dengan atasan serta menjaga kesehatan, keamanan diruang kerja maka akan dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Pada umumnya para karyawan menghendaki tempat kerja yang menyenangkan, aman dan cukup terang, udara yang selalu segar dan jam kerja yang tidak terlalu lama. Memberikan tempat kerja yang menyenangkan berarti pula menimbulkan peranan betah bekerja pada karyawan sehingga dengan cara demik ian dapat dikurangi dan dihindarkan dari pemborosan waktu dan biaya. Merosotnya kesehatan atas banyaknya kecelakaan kerja.Perusahaan mengalami beberapa masalah baik masalah internal maupun eksternal perusahaan. Masalah internal perusahaan salah satunya adalah tidak terdapatnya target penjualan yang ditetapkan atau sering juga produktivitas kerja yang rendah. Hal ini dapat mempengaruhi tercapainya tujuan perusahaan terutama laba. Betapa pentingnya faktor kompensasi, faktor kondisi kerja dan factor fasilitas kerja untuk memotivasi dan mendorong karyawan dalam melaksanakan tugasnya, sehingga akan lebih produktif maka penulis mencoba mengangkat judul skripsi bagaimana “PENGARUH FASILITAS KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA”.
B. Perumusan Masalah
Dari permasalahan yang melatarbelakangi pada karyawan bagian perencanaan yaitu tentang pengaruh disiplin kerja dan fasilitas kerja terhadap produktivitas kerja karyawan dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
Apakah disiplin kerja mempunyai pengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan?
Apakah fasilitas mempunyai pengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada perusahaan ?
C. Tujuan Penelitian
Untuk menganalisa pengaruh antara disiplin kerja terhadapproduktivitas kerja karyawan pada perusahaan.
Untuk menganalisa pengaruh antara fasilitas kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada perusahaan.
Untuk menganalisa pengaruh antara disiplin kerja dan fasilitas kerja secara bersama -sama terhadap produktivitas kerja karyawan pada perusahaan.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Peneliti
Dengan penelitian dapat mengetahui secara langsung pada obyek yang diteliti di dalam hubungan dengan pengetahuan yang diperoleh selama di bangku kuliah sehingga pengetahuannya dapat diterapkan dalamkeadaan konkrit (nyata).
2. Bagi Perusahaan
Dapat memberikan masukan yang mungkin berguna bagi perkembangan perusahaan yang berkaitan dengan karyawan yang meliputi :
disiplin kerja, dan fasilitas kerja karyawan akan dapat diketahui produktivitas kerja karyawan secara finansial dan secara maksimal.

3. Pembaca
Sebagai bahan pelengkap dan pembanding terhadap penelitian.
E. Hipotesis
Fasilitas
Untuk meningkatkan disiplin kerja karyawan, perlu adanya fasilitas kerja yang baik. Menurut Suad Husnan (2002: 187), “Fasilitas kerja merupakan suatu bentuk pelayanan perusahaan terhadap karyawan agar menunjang kinerja dalam memenuhi kebutuhan karyawan, sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja karyawan”. Adanya fasilitas kerja yang disediakan oleh perusahaan sangat mendukung karyawan dalam bekerja. Fasilitas kerja tersebut sebagai alat atau sarana dan prasarana untuk membantu karyawan agar lebih mudah menyelesaikan pekerjaannya dan karyawan akan bekerja lebih produktif. Menurut jurnal dengan adanya fasilitas kerja karyawan akan merasa nyaman dalam bekerja dan menimbulkan semangat kerja untuk mendapatkan hasil yang diharapkan oleh perusahaan. Variabel fasilitas kerja dapat dilihat dari adanya fasilitas pendukung seperti : fasilitas ibadah, toilet / WC dan lain-lain. Agus Mulyono dan Indriyo Gito Sudarmo (2001: 12)


Produktivitas Kerja
Pengertian Produktivitas
Akhir-akhir ini produktivitas merupakan masalah yang sedanghangatdibicarakan, karena produktivitas mempunyai peranan yang sangatpenting dalam pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan. Menurutpendapat Ravianto (1985:16), bahwa produktivitas mengandung sebuahpengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja persatuan waktu. Pengertian di atas menunjukkan bahwa ada kaitan antara hasil kerja dengan waktu yang dibutukan untukmenghasilkan produk dari seorang tenaga kerja.Menurut Suprihanto (1992:7), produktivitas diartikan sebagai kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan sesuatu atau diartikan juga sebagai perbandingan antara pengorbanan (input) dengan penghasilan (output).
Menurut Simanjuntak (1985:30) Produktivitas mengandung pengertian filosofis, definisi kerja, dan teknis operasional. Secara filosofis, produktivitasmengandung pengertian pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan. Keadaan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan mutukehidupan lebih baik dari hari ini.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa produktivitastenaga kerja sangat tergantung pada satuan masukan yang diberikan olehtenaga kerja dan satuan keluaran yang dihasilkan oleh tenaga kerjatersebut. Satuan masukan dan satuan keluaran pada produktivitas tenagakerja hanya tenaga kerja itu sendiri dan hasilnya. Seorang tenaga kerjayang produktif adalah tenaga kerja yang cekatan dan menghasilkan barangdan jasa sesuai mutu yang ditetapkan dengan waktu yang lebih singkatatau bila tenaga kerja tersebut mampu menghasilkan produk atau outputyang lebih besar dari tenaga kerja yang lain dalam waktu yang lama.

F. Metode Penelitian
a). Metode Penelitan
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,maksudnya adalah memusatkan penelitian pada masalah-masalah yang aktual yaitu pada masalah masa sekarang ini.Data diperoleh dikumpulkan,disusun,dijelaskan dan dianalisis.
b). Sumber Data
Data Primer
Data primer adalah sumber data yang diperoleh atau dikumpulkan secara langsung di lapangan oleh seorang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya (Sugiyono, 1999:129). Dalam hal ini data primer yang diperlukan meliputi data mengenai motivasi.
Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari tempat dilaksanakan penelitian tersebut.
c). Metode Pengumpulan Data
Observasi
Yaitu pengumpulan data dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung pada Rumah Sakit dan melakukan pencatatan secara cermat dan sistematik.
Interview
Yaitu pengumpulan data dimana peneliti mengajukan tanya jawab dengan pimpinan perusahaan atau staff yang ditunjuk guna melengkapi keterangan tentang masalah yang diteliti dan juga memberikan data yang diperlukan.

Dokumentasi
Adalah melihat catatan mengenai data-data yang ada hubungannya dengan penelitian.




















G.Hasil Penelitian dan Pembahasan
Hasil Data Olahan Tanggapan Responden Terhadap Pengaruh Fasilitas (X) Terhadap Produktivitas Kerja(Y)
No. X Y X2 Y2 xy
1 28 37 784 1369 1036
2 31 34 961 1156 1054
3 30 35 900 1225 1050
4 28 35 784 1225 980
5 28 35 784 1225 980
6 29 36 841 1296 1044
7 26 35 676 1225 910
8 29 33 841 1089 957
9 25 34 625 1156 850
10 28 35 784 1225 980
11 27 33 729 1089 891
12 27 37 729 1369 999
13 27 34 729 1156 918
14 28 34 784 1156 952
15 31 36 961 1296 1116
16 26 34 676 1156 884
17 28 34 784 1156 952
18 25 31 625 961 775
19 26 32 676 1024 832
20 27 32 729 1024 864
21 27 33 729 1089 891
22 29 33 841 1089 957
23 30 31 900 961 930
24 26 35 676 1225 910
25 30 33 900 1089 990
26 29 36 841 1296 1044
27 28 33 784 1089 924
28 27 34 729 1156 918
29 28 32 784 1024 896
30 28 35 784 1225 980
∑ 836 1021 23370 34821 28464


Analisa Korelasi
Untuk mengukur kuat tidaknya korelasi antara variabel X (Motivasi) dan variabel Y (Produktivitas Kerja),maka dapat mengunakan Korelasi (r) dengan rumus :

r=(n∑xy-(∑x)(∑y))/(√({n∑x^2 )-(∑〖x)〗^2 } {n∑y^2-(〖∑y)〗^2})
Hipotesis yang di ajuhkan dalam pengujian ini adalah :
Ho : r = 0, tidak ada pengaruh antara promosi dengan volume penjualan.
Ha : r > 0, terdapat pengaruh antara promosi dengan volume penjualan.
Kriteria pengujian hipotesis adalah tolak Ho jika r > 0
Analisis korelasi variable X dan Y

r = (30(28464)-(836)(1021))/√(({30(23370)-(836)^2 ) }{30(34821)-(1021)^2 } )
= (853920-853556)/√((701100-698896)(1044630-1042441))
= 364/√((2204)(2189) )
=364/√4824556
=364/2196,48 = 0.1657197
PRE=r^2=(0.1657197 )^2=0.027463=0.027
Dari perhitungan diatas menggunakan analisa korelasi sederhana product moment,diperoleh r=0.1657197,ini menunjukan ada hubungan positive antara Fasilitas dengan Peningkatan Produktivitas Kerja.
Uji Signifikan Koefisien Korelasi
Hipotesis yang digunakan sehubungan denganpengujian signifikansi ini adalah :
Ho : t hitung ≤ t tabel, hubungan variabel promosi dengan variabel volume penjualan Tidak signifikan.
Ha : t hitung > t tabel,hubungan variabel promosi dengan variabel volume penjualan Signifikan.
Rumus yang di gunakan adalah uji signifikan t sebagai berikut :

t=(0.1657197√(n-2))/√(1-(〖0.1657197)〗^2 )
Setelah didistribusikan maka diperoleh :
t=(0,1657197√(n-2))/√(1-(0.1657197)
= (0.1657197√28)/√(1-(0.1657197)) = (0.1657197(5.29150))/√0.342803
= 0.8769058/√0.585
=1.4989843
Untuk uji signifikan ini digunakan α = 0.05, dengan n = 30-2 =28.Apabila t hitung =1.4989843dikonsultasikan dengan t table = 1,701 berarti Ha ditolak Ho diterima.
Dikarenakan t table t table = 1,701> t hitung =1.4989843Jadi Ho t hitung ≤ t tabel, hubungan variabel Fasilitas kerja dengan variabel Prouduktivitas Kerja Tidak signifikan.
Hal ini berarti hubungan kedua variable tidak Signifikan.

Selanjutnya korelasi antara promosi dan volume penjualan da[at terlihat pada tabel interpretasi ( Guiford ) berikut ini :
Besarnya nilai R Interpretasi
Antara 0.800 s/d 1.000 Tinggi
Antara 0.600 s/d 0.800 Cukup tinggi
Antara 0.400 s/d 0.600 Agak rendah
Antara 0.200 s/d 0.400 Rendah
Antara 0.000 s/d 0.200 Sangat rendah (tidak berkolerasi)
Berdasarkan hasil perhitungan,maka nilai korelasi uji adalah =-0.027apabila dikonsultasikan dengan tabel interpretasi nilai korelasi Guildford tersebut diatas,maka berada pada koreksi sangat rendah.
Untuk meluhat lebih jauh hubungan antaraFasilitas dengan peningkatan produktivitas kerja terlihat pada analisis koefisien determinasi atau proportional reduction of error PRE=r^2=(0.1657197 )^2=0.027463=0.027 Hal ini memberikan petunjuk bahwa pengaruh Fasilitas dengan peningkatan produktivitas kerja adalah hanya 2.7% dipengaruhi oleh fasilitas sisanya 97,3% dipengaruhi oleh beberapa factor lain.




Analisa Regresi Antara Fasilitas dengan Peningkatan Produktivitas Kerja
Hubungan antara pemberian motivasi dengan peningkatan produktikvitas kerja dapat diketahui dengan melihat dalam suatu persamaan garis lurus sebagai berikut :
Y = a + bx
Dimana koefisien regresi a dan b untuk regresi linier dihitung sebagai berikut :
= ((∑y)(∑x^(2)-()∑x)(∑xy))/(n∑x^(2-(∑) 〖x)〗^2 )
=((1021)(23370)-(836)(28464))/(30(23370)-〖(836)〗^2 )
=(23860770-23795904)/(701100-698896)
=64866/2204 = 29.43

=(n∑xy-(∑x)(∑y))/(n∑x^(2-(∑) 〖x)〗^2 )
=(30(28464)-(836)(1021))/(30(23370)-(〖836)〗^2 )
=((853920)-(836)(1021))/(701100-698896)
=(853920-853556)/(701100-698896)
=364/2204 =0.1651543=-0.165
Dari perhitungan diatas maka diperoleh kostanta a=29.43 dan koefisien arah b=-0.165.Dengan hasil ini,maka regresi Penerapan Fasilitas(X) atas Peningkatan Produktivitas kerja (Y) :
Y=29.43+0.156x= 29.43
Dari perhitungan regresi diatas,dapat ditarik kesimpulan bahwa apabila penerapan Pemberian Fasilitas dengan Peningkatan Produktivitas Kerja dinaikan satu skalah maka peningkatan produktivitas kerja akan meningkat 29.43%.Dengan kata lain meningkatkan fasilitas sebesar 100% akan menurunkan produktivitas kerja sebesar 29.43%.






DAFTAR PUSTAKA

Handari Nawawi, 1990. Administrasi Personel untuk Peningkatan ProduktivitasKerja. Jakarta: Haji Masagung.
J. Ravianto. 1986. Pengukuran Produktivitas. Yogyakarta: Kanisius.
Komaruddin. 1992. Manajemen Pengawasan Kualitas Terpadu suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.
Rusli Syarif. 1991. Produktivitas. Jakarta: Depdikbud.
Manullang, S. 1993. Produktivitas Apa dan Bagaimana. Jakarta: Bina Aksara.
Moh As’ad, 1999, Psikologi Industri, Liberty, Yogyakarta
Moekijat. 2002. Dasar-DasarMotivasi. Bandung: Pioner Jaya.
Onang Uhjana. 1987. Minat dan Motivasi Kerja dalam Perekonomian. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Payman J Simanjuntak, 1987. Tenaga Kerja, Produktivitas dan Kecenderungan.
Jakarta: SIUP.
Reksohasidiprodjo. 1989. Organisasi Perusahaan-Teori Struktur dan Perilaku.
BPFE. Yogyakarta
Riyadi. 2000. Motivasi dan Pelimpahan Wewenang sebagai variabel Moderatingdalam Hubungan antara Partisipasi Penyusunan Anggaran dan KinerjaManajerial. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia.

1 komentar: